Pages

Etika Sebagai Tinjauan



Nama  : Rita Andiyani
NPM   : 27213833
Kelas   : 4EB13

Bab 1 (Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan)

1. Pengertian Etika
Dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara sampai pergaulan hidup tingkat internasional di butuhkan satu sistem yang mengatur bagaimana semestinya manusia bergaul. System penyusunan pergaulan itu jadi saling menghormati serta di kenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan sebagainya. Dengan pergaulan antar sesama manusia, hal tersebut dapat memicu tumbuh kembangnya etika di sekitar kita.
Menurut beberapa pakar etika tak lain yaitu ketentuan perilaku, kebiasaan rutinitas manusia dalam pergaulan pada sesamanya serta menyatakan mana yang benar serta mana yang jelek. Pengucapan etika atau umum juga dimaksud etik, datang dari kata Yunani ETHOS yang bermakna beberapa etika, nilai-nilai, beberapa aturan serta ukuran-ukuran untuk perilaku manusia yang baik. Etika dalam perubahannya begitu memengaruhi kehidupan manusia. Etika berikan manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya lewat rangkaian aksi keseharian. Itu berarti etika menolong manusia untuk mengambil sikap serta melakukan tindakan dengan cara pas dalam melakukan hidup ini, dengan hal tersebut etika ini bisa dibagi jadi bagian-bagian sesuai sama segi atau segi kehidupan manusianya.

2. Prinsip-prinsip etika
Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

·         Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.

·         Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

·         Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.

·         Prinsip Keadilan
Kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

·         Prinsip Kebebasan
Sebagai kebebasan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. 

·         Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan. Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.

3. Basis teori etika
Etika Teleologi dari kata Yunani,  telos = tujuan,  Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

4. Egoism
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

Transitive and Intransitive Sentences



Nama : Rita Andiyani
NPM   : 27213833
Class  : 3EB13

Transitive Sentences

A.     1. Rina is eating pizza in the livingroom.
2. Anton played football yesterday.
3. I did my homework in my room.
4. Budi is reading a book about economic improvement in library.
5 Siti is buying fruit in a supermarket.

     Explanation:
            Sentence in number one is a transitive sentence which consists of five elements, Rina , is, eating, pizza, and in the livingroom. The identifications are subject (Rina), predicate (is eating), object (pizza) and modifer of place (in the livingroom). Them Rina is noun (N), is eating (v1), pizza (o), and in the livingroom (adv of place). All of these are not phrase however eating pizza in number one is a phrase. Which it’s head is pizza.
            Sentence in number two is a transitive sentence which consists of four elements, Anton , played, football, yesterday. The identifications are subject (Anton), predicate (played), object (football) and modifer of time (yesterday). Them Anton is noun (N), played (v1), football (o), and yesterday (adv of time). All of these are not phrase however played football in number two is a phrase. Which it’s head is football.
            Sentence in number three is a transitive sentence which consists of four elements, I , did, my homework, and in myroom. The identifications are subject (I), predicate (did), object (my homework) and modifer of place (in my room). Them I is noun (N), did (v3), my homework (o), and in my room (adv of place). All of these are not phrase however my homework in number three is a phrase. Which it’s head is homework.
            Sentence in number four is a transitive sentence which consists of six elements, Budi , is, reading, a book about economic improvement, and in library. The identifications are subject (Budi), predicate (is reading), object (a book about economic improvement) and modifer of place (in library). Them budi is noun (N), is reading (v1), a book about economic improvement (o), and in library (adv of place). All of these are not phrase however reading a book economic improvement in number four is a phrase. Which it’s head is a book.
            Sentence in number five is a transitive sentence which consists of five elements, Siti , is, buying, fruit, and in a supermarket. The identifications are subject (Siti), predicate (is buying), object (fruit) and modifer of place (in a supermarket). Them Siti is noun (N), is buying (v1), fruit (o), and in a supermarket (adv of place). All of these are not phrase however buying fruit in number five is a phrase. Which it’s head is fruit.


Intransitive Sentences 

B.     1. I am crying everynight.
2. My Mother is working everyday.
3. Wulan is watching a movie now.
4. He did not go to school now..
5. Dina is waiting so long.

     Explanation:
            Sentence in number one is a intransitive sentence which consists of three elements, I am , crying, everynight. The identifications are subject (I am), predicate (crying), and modifer of time (everynight). Them I am is noun (N), crying (v1), and everynight (adv of time). All of these are not phrase however crying everynight a in number one is a phrase. Which it’s head is crying .
            Sentence in number two is a intransitive sentence which consists of four elements, My Mother, is, working, everyday. The identifications are subject (My Mother), predicate (is working), and modifer of time (everyday). Them My Mother is noun (N), is working (v1), and everyday  (adv of time). All of these are not phrase however working everyday in number two is a phrase. Which it’s head is working.
            Sentence in number three is a intransitive sentence which consists of five elements, Wulan, is, watching, a movie, now. The identifications are subject (Wulan), predicate (is watching), object (a movie) and modifer of time (now). Them wulan is noun (N), is watching (v1), a movie (o), and now (adv of time). All of these are not phrase however watching a movie in number three is a phrase. Which it’s head is movie.
            Sentence in number four is a intransitive sentence which consists of six elements, He , did, not go to school, now. The identifications are subject (He), predicate (did), object (not go to school) and modifer of time (now). Them He is noun (N), did (v3), not go to school (o), and now (adv of time). All of these are not phrase however not go to school now in number four is a phrase. Which it’s head is school.
            Sentence in number five is a intransitive sentence which consists of four elements, Dina , is, waiting, so long. The identifications are subject (Dina), predicate (is waiting), and modifer of time (so long). Them Dina is noun (N), is waiting (v1), and so long (adv of time). All of these are not phrase however wating so long in number five is a phrase. Which it’s head is waiting.

Perekonomian Indonesia 2014

Nama : Rita Andiyani
NPM  : 27213833
Tugas : Bahasa Indonesia 2#

Menurut Indonesia Economic Quarterly, edisi Desember 2014, yang dikeluarkan Bank Dunia, berjudul Membawa Perubahan menyatakan pertumbuhan ekonomi tahun 2014 diperkirakan mencapai 5,1 persen, lebih rendah dari 5,2 persen yang sebelumnya diperkirakan. Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat mengakibatkan turunnya harga-harga sejumlah komoditas Indonesia. Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memberi dampak kepada inflasi, namun dampak tersebut bersifat sementara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi nasional pada 2014 mencapai 8,36 persen. Dampak tersebut membuat perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil.
"Pertumbuhan investasi diperkirakan akan tetap lemah karena tingginya biaya pinjaman, rendahnya harga komoditas dan meningkatnya harga barang modal impor dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Jim Brumby, Lead Economist World Bank di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, Selasa (18/3/2014). Untuk mengimbangi penurunan investasi, Bank Dunia mengusulkan Indonesia melakukan upaya penyeimbangan dengan konsumsi swasta dan peningkatan ekspor Indonesia. Konsumsi swasta diperkirakan akan menjadi pendorong yang bersifat sementara. Sedangkan untuk ekspor, peningkatan akan terjadi secara bertahap seiring dengan permintaan luar negeri yang berkontribusi terhadap sedikit banyak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keadaan tersebut membawa pengaruh lebih baik terhadap perekonomian Indonesia yang sedang melemah.
Pada sektor fiskal, pertumbuhan penerimaan terus berada di bawah pertumbuhan nominal PDB meksipun ada sedikit peningkatan dari penerimaan yang terkait dengan pelemahan rupiah. Untuk mendukung sasaran pembangunan pemerintah, upaya berkelanjutan untuk menggerakkan penerimaan menjadi hal yang penting. Reformasi kebijakan penerimaan untuk memperluas basis pajak, menyederhanakan struktur pajak, menyederhanakan jenis pajak, serta secara selektif merevisi tingkat pajak agar sesuai dengan tingkat internasional. Upaya tersebut bisa membantu meningkatkan penerimaan, serta mengurangi distorsi ekonomi dan menurunkan biaya administrasi. Memperbaiki administrasi dan kepatuhan  penerimaan pajak dan bukan-pajak  melalui pendekatan yang lebih strategis dan berbasis risiko dalam pengelolaan kepatuhan juga akan membantu mengatasi tantangan ini terhadap perekonomian Indonesia.
Meski ekonomi melambat, kondisi neraca transaksi Indonesia diperkirakan akan sedikit membaik. Bank Dunia memperkirakan defisit tersebut akan berada di level 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya di level 3,3%. Penghematan fiskal dari penyesuaian harga BBM kini memberikan ruang kepada pemerintah untuk menambah belanja publik bagi sektor-sektor yang prioritas, seperti pelayanan kesehatan. Pembelanjaan yang lebih baik, termasuk untuk pelayanan kesehatan dan program-program perlindungan sosial, dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.

Daftar Pustaka :

Sukirno, Sadono. 2011. Makroekonomi Teori Pengantar edisi ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Biro Riset Ekonomi. 2009. Dampak Stimulus Fiskal 2009 Terhadap Ekonomi Indonesia. CR No. 11/3/ DKM/BRE/CR
Sahminan, dkk. 2008. Kondisi Perkonomian Indonesia Relatif terhadap Kondisi Perekonomian Kawasan. Catatan Riset No.10/33/DKM/BRE/CR, Bank Indonesia.


Pasar Modal di Indonesia

Nama : Rita Andiyani
NPM  : 27213833
Tugas : Bahasa Indonesia 2#

Pasar modal di Indonesia merupakan satu lembaga yang memobilisasi dana masyarakat dengan menyediakan sarana atau tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli dana-dana jangka panjang yang disebut Efek. Di Indonesia, perkembangan pasar modal berjalan secara fantastis atau dinamik. Saham diperjualbelikan melalui sarana pasar modal yang disebut Bursa Efek. Bursa tersebut tidak membeli atau menjual saham-saham yang ada, melainkan bursa hanya merupakan tempat atau sarana bagi para investor untuk bertransaksi di dalamnya. Bursa efek mempunyai fungsi menyediakan informasi pasar seperti fluktuasi harga, volume perdagangan, serta informasi penting terhadap emiten.
Penentuan harga di Pasar Modal dipengaruhi oleh suatu informasi atau fakta materil. Fakta materil adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek pada bursa efek keputusan pemodal, calon pemodal, atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut. Materil tersebut terdapat informasi yang mencerminkan suatu harga. Informasi yang harus disampaikan kepada publik adalah informasi yang akurat dan lengkap sesuai dengan keadaan perusahaan. Pemberian informasi ini berdasarkan pada prinsip keterbukaan.
Pasar modal Indonesia mempunyai potensi tumbuh besar dari pasar modal negara lain di kawasan. Menurut Nurhaida (2014), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal menjelaskan kesiapan OJK untuk memperdalam pasar keuangan khususnya pasar modal. Pengembangan infrastruktur serta sistem teknologi informasi diorientasikan pada peningkatan likuiditas dan kemampuan kompetitif pasar modal. Pasar modal di Indonesia akan memiliki salah satu pembiayaan sekunder yang menerbitkan Efek Beragun Aset berupa Surat Partisipasi (EBASP). Dengan strategi tersebut diharapkan agar pasar modal di Indonesia mendapat peningkatan jumlah investor.

Daftar Pustaka :  
Isya Hanum. 2008. Perkembangan Pasar Modal Indonesia. FE-UI
Warsono. 2008. Kontribusi Pasar Modal Terhadap Perekonomian Indonesia. Usahawan No 04 Th XXXVII